Translate

Showing posts with label Dampak Gereja. Show all posts
Showing posts with label Dampak Gereja. Show all posts

Tuesday, August 7, 2012

Visi dan Misi GBI Gatot Subroto

1988
Tanggal 4 September kebaktian perdana GBI Jl. Gatot Subroto (dahulu bernama GBI. Bethany) diadakan.
1989-1993
Wadah-wadah mulai dibuka. Gereja bergerak kuat dalam urapan pujian & penyembahan.Sampai pertengahan tahun 1993 terdapat 16 gereja yang berdiri. Tahun-tahun perintisan. Tuhan menghendaki pendirian gereja yang berpolakan: adakan beberapa kali kebaktian Praise & Worship, setelah ada peneguhan lebih lanjut, dirikan gereja di tempat/kota itu.
1993
Tuhan memberikan visi di dalam Yesaya 54:2-3, “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota sunyi.”
1994
Tahun 1994 adalah tahun penggenapan visi yang Tuhan beri di tahun 1993 dalam Yesaya 54: 2-3 menjadi tema utama. Tahun ini merupakan tahun persiapan:
  • Mempersiapkan Pasukan Doa Syafaat
  • Memulai doa puasa setiap hari Sabtu (dimulai pada tgl. 5 Maret)
  • Mempersiapkan Family Altar (kelompok sel)
Pada tahun ini Pasukan Doa mulai dibentuk.
1995
Tuhan memberikan visi di dalam Yesaya 56:7, “Mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”

1996
Visi Rumah Doa menjadi tema utama. Tuhan menghendaki umat-Nya untuk menjadi rumah doa. Kotbah-kotbah dan seminar-seminar doa diadakan.

1997
Tahun 1997 adalah tahun misi dan penginjilan. Prof. Peter Wagner seorang pakar mengenai pertumbuhan gereja menyimpulkan dalam sebuah bukunya bahwa pertumbuhan gereja yang paling efektif adalah dengan membuka gereja-gereja baru. (Gereja-gereja baru ini merupakan “rumah-rumah doa” / pangkalan doa). Kejadian Mei 1997 yang mengguncangkan kota Jakarta menjadikan umat semakin menjadi rumah doa.Pertengahan tahun kami mulai membentuk kubu-kubu doa. Kubu-kubu doa dibentuk di kelompok-kelompok sel (FA) untuk pertahanan wilayah RT / RW / Kelurahan setempat, untuk menduduki dan memenangkan wilayah tsb bagi Kristus dan menjadikan jemaat Rumah Doa. Kubu Doa bersifat ringkas dan fleksibel. Dari satu kelompok sel (FA) dapat dibentuk 2 atau 3 kubu doa.

1998
Menuai dalam kasih.
Tuhan memberikan tujuh strategi penuaian:
  • Unity
  • Memperhatikan yang kekurangan
  • Mendoakan bangsa-bangsa
  • Jangan takut
  • Pergi, injak, kumpulkan orang dan ajak berdoa
  • Banyak berdiam diri dan berdoa
  • Menjadi murid Kristus
  • Doa menjadi awal dan prioritas untuk penuaian.
Tahun 1998 Menara Doa (Watch Tower) mulai dirintis pendiriannya. Konvokasi doa di Jerusalem th. 1998 yang dihadiri oleh bangsa-bangsa memberikan kesimpulan bahwa tanpa Menara Doa (Rumah Doa 24 jam) tidak akan terjadi penuaian. September 1998 kami memulainya dengan satu Menara Doa 24 jam yang bertempat di gedung BHS, lantai 25, Gajah Mada – Kota.

1999
Tuntunan Tuhan adalah:
  • Persiapkan bahtera kehidupan
  • Menara Doa (tempat tinggi, intim 24 jam, unity)
Memasuki tahun ini diawali dengan doa puasa 40 hari. Tuhan menghendaki untuk masuk perhentian / berdiam diri dan memikirkan perkara yang di atas bukan yang di bumi.
Ada 3 hal yang harus diperhatikan pada tahun ini :
  • Penuaian jiwa besar-besaran
  • Goncangan yang besar
  • Hidup berjaga-jaga
Sasaran penuaian: Bani Kedar dan Nebayot (Yes 21: 13-16).
Pola penuaian di akhir jaman:
  • Kemuliaan Tuhan memenuhi gereja-Nya (Ef 5:18-21, Yoh 17:21)
  • Pray, Praise & Worship
  • Bangkit dan menjadi terang (Yes 60:1)
  • Miliki pikiran dan perasaan Kristus (Flp 2:5)
  • Tuhan akan turun di hadapan seluruh bangsa agar mereka memiliki rasa takut akan Tuhan
Pesan Konvokasi Jerusalem 2001: Deeper Intimacy (intim lebih lagi dengan Tuhan).

2000
Visi tahun ini adalah “Tahun pelipatgandaan, Tahun Mukjizat, Tahun tidak ada yang mustahil bagi orang percaya”, bagi kita yang sudah melakukan apa yang terbaik, yaitu duduk di kaki Yesus seperti Maria untuk mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan. Duduk diam di kaki Yesus artinya menanti-nantikan Tuhan. Di dalam Yesaya 40:31, “…orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali…”.

2001
Pesiapan umat yang layak, hidup intim dengan Tuhan menjadi hal yang utama, di dalam Wahyu 2:1-5, Tuhan kembali mengingatkan kita kepada kasih mula-mula agar kita dapat mengalami hujan awal dan hujan akhir, yaitu mereka yang begitu haus dan lapar akan kebenaran, yang selalu memburu hadirat Tuhan, memburu firman Tuhan dan meresponinya.Kita juga memperoleh janji Tuhan yang ada di dalam 1 Korintus 2:9, “…Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”

2002
Penuaian Jiwa Beribu-ribu Laksa, tiga senjata Allah yang harus kita pergunakan untuk memasuki penuaian jiwa beribu-ribu laksa, seperti dalam Wahyu 5:8-12, yaitu terdiri dari tersungkur menyembah Tuhan Yesus; Doa, Pujian dan Penyembahan; Menyanyikan nyanyian baru, seperti dalam Mazmur 40:4.

2003
Tahun 2003 adalah tahun pencanangan Transformasi bagi bangsa Indonesia dan tahun lawatan Tuhan. Seperti dalam Yoel 2:23, “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim denagn adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.”Tuhan sudah berbicara dan berjanji terjadi Transformasi untuk Indonesia, dan dalam Ulangan 11:13-14, “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu.” Kita akan membangun Rumah Doa bagi segala bangsa di Bukit Sentul, yang akan memberi dampak kepada TRANSFORMASI INDONESIA.

2004
Visi Tuhan tahun 2004, Prepare The Way For The King Of Glory. Untuk mempersiapkan kedatangan Raja Kemuliaan kita harus semakin sungguh-sungguh dengan Tuhan, sesuai dengan pesan Tuhan dalam 2 Petrus 3:11-12, “…betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah…”

2005
Visi tahun 2005 adalah Tahun Kebangkitan Gereja.

2006
Visi tahun 2006 adalah Tahun Kesaksian Gereja, Penginjilan, Mujizat, Kemenangan, Peperangan Rohani.

2007
Visi tahun 2007 adalah Tahun Peperangan Rohani, Kesembuhan, Mujizat, Pertobatan.

2008
Visi tahun 2008 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan
2009
Visi tahun 2009 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif
2010
Visi tahun 2010 adalah Tahun Pemulihan dan Kelimpahan

2011
Visi tahun 2011 adalah Tahun Multiplikasi dan Promosi

2012
Visi tahun 2012 adalah Tahun Multiplikasi dan Promosi Karena Perkenanan Tuhan

2013
Visi tahun 2013 adalah Tahun Pemulihan Seutuhnya.

2014
Visi Tahun 2014 adalah Tahun Kelimpahan dan Revival.

Tuesday, May 22, 2012

Peranan Roh Kudus Dalam Gereja

Asal mula gereja adalah dari amanat agung yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus kepada para murid sebelum naik kesorga (Mat. 28:19-20). Hasil dari ketaatan murid-murid menjalankan amanat agung adalah melahirkan gereja/jemaat di Yerusalem, Yudea, Samaria dan juga berbagai tempat di dunia (ujung-ujung dunia). Pada zaman para rasul gereja berkembang dengan pesat dan gereja berdampak bagi kota, sehingga banyak wilayah/kota yang dimenangkan. Apakah saat ini gereja sudah berdampak bagi kota? Apakah gereja hanya sibuk dengan urusan rumah tangganya masing-masing? Sudah waktunya bagi gereja Tuhan untuk bergandengan tangan dan mengutus orang-orang kudusnya untuk terjun dalam lingkungan, kota hingga bangsa.
Gereja atau pribadi orang percaya tidak dapat bergerak sendiri untuk memberkati sebuah kota, gereja memerlukan peran Roh Kudus. Hal ini terlihat didalam hidup dan karya pelayanan gereja mula-mula yang memperlihatkan peranan Roh Kudus yang begitu besar. Pada kitab Kisah Para Rasul, para murid Kristus begitu bersemangat dan dengan penuh keyakinan berani memberitakan bahwa Yesus adalahTuhan. Sebagai contoh adalah seorang murid Yesus yang bernama “Simon Petrus” ia adalah seorang yang penakut dan hidupnya pernah menyangkal Tuhan Yesus Kristus. Namun, ketika ia dipenuhi oleh Roh Kudus kehidupannya berubah menjadi seseorang yang luar biasa. Alkitab mencatat bahwa ketika Ia menyampaikan kabar baik (kebenaran) dalam waktu singkat 3.000 orang diselamatkan. Ketika gereja Tuhan berani menanamkan nilai-nilai kerajaan Allah dilingkungan kita berada, maka Roh Kudus akan memampukan kita untuk memberkati lingkungan, kota hingga bangsa melalui keberadaan kita. Tidak ada yang mustahil bagi gereja Tuhan untuk dapat berdampak bagi lingkungan, jika Roh Kudus berkuasa dalam hidupnya. Roh Kudus sanggup mengubahkan lingkungan yang kacau menjadi tertib, yang penuh kejahatan menjadi damai sejahtera dan menjamah serta mengubahkan dunia ini menjadi lebih baik.
Roh Kudus bias memberikan kita keberanian untuk hidup dalam kebenaran, member jalan keluar atas setiap masalah dan pergumulan, dan Roh Kudus jugalah yang memampukan kita untuk dapat memanifestasikan kuasa Tuhan di dalam lingkungan kita, sebab ada tertulis “ Tetapi Kamu akan menerima kuasa, kalau roh kudus turun atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiku di-Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai keujung bumi” (K.P.Rasul 1:8). Dapatkah semua orang yang percaya kepada Tuhan menjadi dampak bagi kota? Yoel 2:28-29 mengatakan: “kemudian daripada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku keatas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapatkan mimpi, teruna-terunamu akan mendapatkan penglihatan-penglihatan. Juga keatas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan kucurahkan Roh-Ku hari itu.” Setiap orang percaya (baik orang tua,anak-anak dan semua generasi) akan dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa karena Roh Kudus dicurahkan ke atas umat-Nya.
Karunia Roh Kudus akan memampukan kita untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi gereja-Nya. Di dalam injil Yohannes 3:34 “Siapa yang diutus Allah, dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya denga tidak terbatas”. Dan perlu kita sadari bahwa kita dapat memberkati kota ini, sebab Tuhan Telah mengaruniakan Roh Kudus – yaitu Roh yang penuh kuasa kepada gereja-Nya.

Peran Gereja Dalam Kota

Gereja City Harvest di singapore yang berdampak bagi kota
Kata “gereja” atau “jemaat” dalam bahasa Yunani adalah “ekklesia” dari kata “kaleo” artinyaaku memanggil/memerintahkan. Secara umum “ekklesia” diartikan sebagai perkumpulan orang-orang. Tetapi dalam konteks perjanjian baru kata ini mengandung arti khusus, yaitu pertemuan orang-orang pengikut Kristus sebagai jemaat untuk menyembah kepada Kristus. Sedangkan pengertian gereja secara theologies “ekklesia” adalah tubuh Kristus (Ep. 1:22-23). Dapat disimpulkan bahwa gereja bukan hanya berbicara tentang gedung atau suatu organisasi, tetapi gereja adalah organism orang percaya (pribadi orang percaya). Jadi, yang harus menjadi dampak bagi kota bukanlah gedung atau bangunan gereja dan bukan juga organisasinya, tetapi pribadi-pribadi orang percaya yang ada dalam gereja.
Menurut paradigm lama, gereja adalah “am” atau kudus, sehingga sebagian orang menafsirkan bahwa gereja tidak boleh berhubungan dengan hal-hal dalam dunia ini. Gereja menjadi eklusive, memisahkan diri dan tidak memberikan dampak sama sekali bagi lingkungan, kota dan bangsa. Namun, pada hari-hari terakhir ini, gereja (pribadi orang percaya) harus mengutus orang-orang kudusnya untuk terjun dalam 7 bidang ini (Keluarga, Gereja – Kerohanian, Pendidikan, Pemerintah dan Politik, Media Seni Hiburan dan Olahraga, Perdagangan – Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), oleh sebab itu gereja harus siap dan tanggap untuk mengutus orang-orang yang diperlengkapi dengan nilai-nilai kerajaan Allah kedalam dunia ini untuk menjadi garam dan terang dunia. Gereja juga harus terbuka, dinamis, dialogis pada situasi perkembangan dimasyarakat dengan sikap yang positif, kritis, kreatif dan realities untuk memberikan dampak yang besar bagi dunia ini. (Rom 1:14; 12:1-2; 1 Kor 9:19-23).
Gereja harus menanamkan nilai-nilai kerajaan diseluruh bidang yang ada dalam dunia ini. Di dalam injil Matius 6:10 “Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti disorga.” Ayat ini menegaskan agar hidup kita dapat menghadirkan kerajaan Allah didalam seluruh aspek yang ada dalam dunia ini. Tugas  siapakah ini? Jelas ini adalah tugas dari gereja. Kalau bukan tugas gereja, siapakah yang akan menghadirkan kerajaan Allah bagi dunia ini. Sebab, gereja adalah duta Allah dan gereja juga merupakan perpanjangan tangan Tuhan.

Gereja Yang Berdampak Bagi Kota

 Perlu kita sadari bahwa gereja adalah bagian dari kota yang ada di dalam sebuah provinsi dari suatu negara. Sebelum mengulas tentang gereja yang berdampak bagi kota, kita perlu mengetahui definisi kota dan gereja yang sesungguhnya. Menurut Wikipedia, Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Pengertian kota sebagaimana yang diterapkan di Indonesia mencakup pengertian “town” dan “city” (dalam bahasa inggris). Selain itu kota juga merupakan satuan administrasi Negara dibawah provinsi. Sedangkan, menurut kamus besar Bahasa Indonesia “kota” adalah daerah permukiman yang terdiri atas bangunan rumah yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat.

Posisi gereja berada didalam kota yang terdiri dari beragam lapisan masyarakat. Gereja tidak berdiri sendiri, namun berada dalam sebuah tatanan pemerintahan suatu kota atau suatu negara. Seharusnya focus gereja bukan hanya kepada jiwa-jiwa saja, tetapi gereja juga harus mengusahakan kesejahteraan kota dimana mereka ditempatkan (Yer 29:7) dan gereja harus memberikan dampak yang positif, sehingga dapat berdampak bagi kota hingga bangsa.
Untuk bisa memberikan dampak yang positif bagi kota maka ada hal yang harus dimiliki oleh sebuah gereja diantaranya  adalah :